Pasar Dalam Perekonomian

Add Comment

Pengertian pasar

Secara umum, pasar adalah tempat atau kegiatan bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual dan beli. Dalam ilmu ekonomi, pasar tidak hanya diidentikkan dengan bangunan atau lapangan terbuka sebagai tempat para penjual menawarkan berbagai jenis barang dan jasa, penggunaan internet dan telekomunikasi dalam melakukan transaksi jual beli, seperti bisnis online juga merupakan salah satu bentuk pasar, yaitu pasar abstrak. Suatu tempat dapat dikatakan pasar, jika memenuhi syarat-syarat berikut :

  • Terdapat calon penjual dan pembeli
  • Terdapat barang atau jasa baik nyata maupun hanya sekadar contoh atau gambar yang akan diperjualbelikan.
  • Terjadi interaksi antara penjual dan pembeli baik secara langsung, maupun tidak langsung.

Peran pasar dalam perekonomian

Pasar memiliki peran yang sangat penting dalam menjalankan roda perekonomian. Pasar menjadi tempat transaksi bagi para pelaku ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan tertentu.

  • Bagi produsen, pasar menjadi tempat untuk mendapatkan faktor produksi yang dibutuhkan untuk menghasilkan barang dan jasa. Selain itu, pasar menjadi tempat bagi produsen untuk menawarkan berbagai produknya.
  • Bagi konsumen, pasar merupakan tempat untuk mendapatkan barang dan jasa kebutuhan sehari-hari. Selain itu, pasar menjadi tempat untuk menawarkan faktor produksi yang dimiliki kepada produsen atau perusahaan untuk memperoleh pendapatan.
  • Bagi pemerintah pasar sebagai sarana untuk menyalurkan berbagai barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat usaha mikro. Pasar merupakan peluang usaha bagi masyarakat sehingga dapat mengurangi pengangguran.
  • Bagi masayarakat luar negeri, pasar adalah tempat untuk menjual produk-produk yang berasal dari luar negeri. Bagi wisatawan asing, pasar merupakan tempat untuk mendapatkan berbagai kebutuhan barang dan jasa ketika berada di suatu negara tertentu.

Berdasarkan peranan pasar di atas, pasar memiliki fungsi sebagai berikut :

  • Fungsi pembentuk harga. Pasar adalah tempat terjadi transaksi jual beli. Kegiatan jual beli tidak akan terjadi, jika tidak ada harga keseimbangan. Harga keseimbangan adalah harga kesepakatan antara penjual dan pembeli akan suatu barang dan jasa.
  • Fungsi promosi. Pasar menjadi tempat bagi para produsen untuk memperkenalkan dan menjual produknya kepada masyarakat. 
  • Fungsi distribusi. Melalui kegiatan jual beli, pasar memperlancar saluran distribusi. Barang hasil produksi bisa sampai ke tangan konsumen melalui perantara pasar.

Peran pasar dalam perekonomian
Transaksi jual beli di pasar

Bentuk pasar

Pasar dikelompokkan menjadi beberapa bentuk, yaitu berdasarkan barang yang diperjualbelikan, berdasarkan sifat, berdasarkan hubungan dengan proses produksi, berdasrkan wilayah dan waktu.

Berdasarkan barang yang diperjualbelikan
1) Pasar barang konsumsi
Pasar barang konsumsi adalah pasar yang memperjualbelikan barang-barang siap pakai. Seperti pasar buah, pasar kue, toko sepatu dan pakaian.
2) Pasar barang produksi (input)
Pasar barang produksi adalah pasar yang memperjualbelikan barang untuk kebutuhan produksi (faktor produksi). Contoh pasar modal, pasar mesin dan peralatan produksi, pasar tenaga kerja.

Berdasarkan sifat pasar

  • Pasar konkret. Pasar konkret atau pasar nyata merupakan pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung. Barang yang diperjualbelikan di pasar ini berwujud dan langsung berpindah tangan setelah terjadi transaksi. Contoh pasar tradisional.
  • Pasar abstrak. Pasar abstrak adalah pasar di mana penjual dan pembeli bertemu secara tidak langsung. Penjual dan pembeli di pasar ini biasanya berinteraksi secara online dan melalui telepon. Barang yang dipamerkan di pasar ini, umumnya hanya berupa contoh. Salah satu contoh dari pasar abstrak adalah pasar online. 


Berdasarkan hubungan dengan proses produksi

  • Pasar output. Pasar output adalah pasar yang memperjualbelikan barang hasil produksi. Penawaran pada pasar ini dilakukan oleh produsen kepada konsumen. Contoh toko sepatu, pakaian dan telepon.
  • Pasar input. Pasar input adalah pasar yang memperjualbelikan faktor-faktor produksi. Penawaran pada pasar ini dilakukan oleh konsumen kepada produsen. Contoh bursa tenaga kerja, pasar modal.


Berdasarkan wilayah

  • Pasar lokal. Pasar lokal adalah pasar di mana penjual dan pembeli berasal dari satu daerah (lokal). Pasar ikan di perkampungan nelayan.
  • Pasar nasional. Pasar nasional adalah pasar yang jangkauannya mencakup seluruh wilayah suatu negara. Contoh Bursa Efek Indonesia.
  • Pasar internasional. Pasar internasional adalah pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai negara. Contoh pasar tembakau di Jerman, dan AFTA.


Berdasarkan waktu

  • Pasar harian. Pasar harian dalah pasar yang diselenggarakan setiap hari. Contoh pasar Tanah Abang di Jakarta.
  • Pasar mingguan. Pasar mingguan adalah pasar yang diselenggarakan setiap satu minggu sekali. Contoh, pasar ceplak di Tangerang yang diadakan setiap hari rabu.
  • Pasar tahunan. Pasar yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali. Contoh, kegiatan jual beli yang dilakukan pada saat perayaan hari besar, seperti pasar makam salak yang ada di daerah Tangerang pada saat hari raya idul fitri. 
  • Pasar temporer. Pasar temporer adalah pasar yang terjadi pada waktu yang tidak tentu. Contoh Bazar dan pasar kaget.


Diagram Interaksi Antarpelaku Ekonomi

Add Comment
Diagram interaksi antarpelaku ekonomi atau yang dikenal dengan diagram circular flow adalah diagram yang menunjukkan hubungan timbal balik atau interaksi antarpelaku ekonomi.

Diagram circular flow perekonomian dua sektor

Diagram circular flow dua sektor menunjukkan interaksi antara rumah tangga konsumen dan rumah tangga produsen (perusahaan).
Diagram cicular flow dua sektor

Keterangan :
  1. RTK menyediakan faktor produksi
  2. RTP menggunakan faktor produksi
  3. RTP memberikan pendapatan kepada RTK
  4. RTK menerima pendapatan dari RTP
  5. RTK membayar (pengeluaran) atas  barang dan jasa kepada RTP
  6. RTP menerima pendapatan hasil  penjualan barang dan jasa
  7. RTP menjual barang dan jasa
  8. RTK membeli barang dan jasa

Diagram cicular flow perekonomian tiga sektor

Diagram circular flow tiga sektor menunjukkan interaksi antara rumah tangga konsumen, rumah tangga produsen (perusahaan) dan pemerintah
Peraga Diagram cicular flow tiga sektor
Diagram : Diagram cicular
Keterangan :
  1. RTK menyediakan faktor produksi
  2. RTP menggunakan faktor produksi
  3. RTP memberikan pendapatan kepada RTK
  4. RTK menerima pendapatan dari RTP
  5. RTK membayar (pengeluaran) atas  barang dan jasa kepada RTP
  6. RTP menerima pendapatan hasil  penjualan barang dan jasa
  7. RTP menjual barang dan jasa
  8. RTK membeli barang dan jasa
  9. RTP dan RTK membayar pajak dan kewajiban lainnya kepada pemerintah.
  10. Pemerintah memberikan pelayanan publik

Diagram circular flow perekonomian empat sektor

Diagram circular flow perekonomian empat sektor atau perekonomian terbuka menunjukkan interaksi antara rumah tangga konsumen, rumah tangga produsen (perusahaan), pemerintah dan masyarakat luar negeri.
Diagram cicular flow empat sektor

Peran Pelaku Ekonomi

Add Comment

Peran Pelaku Ekonomi


Peran rumah tangga konsumen

Dalam suatu perekonomian, masing-masing pelaku memiliki peran yang penting dan saling berhubungan dengan pelaku ekonomi lainnya. Peran dan kegiatan rumah tangga konsumen dalam perekonomian adalah sebagai berikut :

RTK berperan sebagai penyedia faktor produksi.
RTK menyediakan sumber daya ekonomi yang dibutuhkan dan digunakan oleh produsen untuk menghasilkan barang dan jasa. Sumber daya ekonomi atau faktor produksi yang dimaksud dapat berupa tanah (sumber daya alam), tenaga kerja, modal dan keahlian.

RTK berperan sebagai penerima imbalan atas faktor produksi.
Atas penyediaan faktor produksi, RTK meneriman sejumlah imbalan dari perusahaan. Imbalan tersebut dapat berupa upah, sewa, modal atau laba. Apabila RTK menyediakan jasa tenaga kerja kepada perusahaan, maka imbalan yang diterima disebut upah. Jika RTK menyewakan sumber daya alam seperti tanah kepada perusahaan, maka imbalan yang diterima disebut sewa. Sedangkan jika RTK menyediakan sejumlah modal untuk kegiatan produksi, maka imbalan yang diterima adalah bunga. Laba adalah imbalan atas keahlian yang dimiliki RTK untuk kegiatan perusahaan.

RTK berperan sebagai pengguna barang dan jasa hasil produksi.
Konsumen adalah pihak yang melakukan kegiatan konsumsi. Konsumsi adalah kegiatan menghabiskan nilai guna suatu barang, baik secara berangsur-angsur maupun sekaligus. Barang atau jasa yang dihasilkan oleh setiap perusahaan, selain untuk mencari keuntungan juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ketika output yang dihasilkan perusahaan tidak digunakan atau tidak dinikmati oleh konsumen, maka akan menjadi kendala bagi perusahaan dan pelaku ekonomi lainnya, karena di dalam perekonomian yang baik terdpat interaksi dan hubungan timbal balik antar pelaku ekonominya.

RTK berperan sebagai sumber pendapatan bagi perusahaan.
Untuk mendapatkan barang dan jasa hasil produksi, RTK harus mengeluarkan sejumlah biaya. Pengeluaran yang dilakukan RTK untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan, merupakan penerimaan perusahaan, sebagai bentuk hasil penjualannya.

RTK berperan sebagai wajib pajak.
Sebagai wajib pajak, artinya konsumen wajib membayar pajak dan sejumlah biaya lainnya kepada pemerintah, Seperti pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan, retribusi dan lainnya.


Peran rumah tangga produsen (RTP)/perusahaan

Peran dan kegiatan rumah tangga produsen adalah sebagai berikut :

RTP sebagai pengguna faktor produksi
RTP atau perusahaan menggunakan sejumlah faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan konsumen.

RTP sebagai pemberi imbalan atas penggunaan faktor produksi yang disediakan RTK,
Karena RTP telah menggunakan faktor produksi, maka sebagai bentuk kewajibannya RTP memberikan imbalan kepada RTK.

RTP sebagai penghasil barang dan jasa
Rumah tangga produsen (RTP) atau perusahaan adalah pelaku ekonomi yang kegiatan utamanya adalah menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Penerima pendapatan atas hasil penjualan output perusahaan
Perusahaan memproduksi dan menjual sejumlah barang dan jasa kepada pelaku ekonomi lainnya. Untuk mendapatkan barang dan jasa hasil produksi, pelaku ekonomi lainnya harus mengeluarkan sejumlah biaya. Biaya tersebut merupakan penerimaan bagi perusahaan, sebagai bentuk hasil usahanya.

RTK berperan sebagai wajib pajak.
Sama halnya dengan konsumen, perusahaan juga wajib membayar pajak dan sejumlah biaya lainnya kepada pemerintah, Seperti pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan, retribusi dan lainnya.

Sebagai agen pembangunan
Rumah tangga produsen berperan membantu pemerintah dalam kegiatan pembangunan. Selain memenhui kebutuhan masyarakat, RTP membuka lapangan pekerjaan, membangun infrastruktur dan menyejahterakan karyawannya.

Peran pemerintah

Dalam suatu perekonomian, pemerintah berpean sebagai pelaku dan pengatur kegiatan ekonomi suatu wilayah atau negara.
Peran pemerintah sebagai pelaku adalah sebagai berikut :

Sebagai produsen
Kegiatan pemerintah sebagai produsen yaitu :

  • Mendirikan berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
  • Mengelola kekayaan alam yang menguasai hajat hidup masyarakat. 
  • Membangun sarana dan prasarana umum, seperti jalan raya, jembatan, rumah sakit, sekolah dan lain sebagainya.


Sebagai konsumen
Kegiatan pemerintah sebagai konsumen yaitu menggunakan berbagai barang hasil produksi dan layanan perusahaan untuk menyelenggarakan pemerintahan.

Sebagai distributor (penyalur)
Kegiatan distribusi yang dilakukan pemerintah diantaranya melakukan distribusi pendapatan kepada masyarakat, seperti tunjangan pendidikan, dana pensiun dan lain sebagainya. Selain itu, pemerintah berperan menyalurkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat, seperti menyalurkan bensin melalui PT Pertamina, menyalurkan listrik melalui PLN dan lain sebagainya.

Sebagai pengatur (regulator)
Kegiatan pemerintah sebagai regulator adalah mengatur lalu lintas perekonomian dalam negeri untuk menjaga stabilitas ekonomi. Menjaga stabilitas ekonomi dilakukan melalui perundang-undangan, menetapkan kebijakan fiskal, kebijakan moneter, kebijakan proteksi dan menetapkan harga eceran suatu barang.

Peran masyarakat luar negeri

Dalam perekonomian suatu negara, peran masyarakat luar negeri adalah sebagai berikut :

Sebagai eksportir
Melalui perdagangan internasional dalam perekonomian terbuka atau empat sektor, masyarakat luar negeri dapat menjual barang hasil produksinya ke dalam suatu negara tertentu. Apabila masyarakat luar negeri sebagai eksportir (penjual barang ke negara lain), maka kita berperan sebagai importir (pihak yang membeli barang dari luar negeri).

Sebagai importir
Melalui perdagangan internasional dalam perekonomian terbuka atau empat sektor, masyarakat luar negeri dapat membeli barang dari suatu negara tertentu. Apabila masyarakat luar negeri sebagai importir (pembeli barang dari negara lain), maka kita berperan sebagai eksportir (pihak yang menjual barang ke luar negeri).

Sebagai investor
Masyarakat luar negeri berperan sebagai penanam modal untuk kegiatan perekonomian di suatu negara tertentu.


Sebagai kreditor (pihak yang meminjamkan dana)
Dengan menjalin hubungan baik dengan negara lain, pemerintah dapat memperoleh pinjaman untuk membiayai pembangunan dalam negeri.

Pengalih teknologi
Melalui hubungan internasional, dapat dilakukannya alih teknologi dan pengiriman tenaga ahli yang sangat membantu dalam kelancaran kegiatan ekonomi suatu negara.

Pelaku Ekonomi : Rumah Tangga Produsen, Pemerintah dan Masyarakat Luar Negeri

Add Comment

Rumah Tangga Produsen 


Rumah tangga produsen atau RTP adalah pelaku ekonomi yang kegiatannya meningkatkan nilai guna suatu barang agar dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia atau dengan kata lain RTP yang melakukan kegiatan produksi. Oleh karena itu, RTP disebut juga sebagai perusahaan. Dalam melakukan kegiatan produksi, perusahaan menggunakan sumber daya ekonomi atau faktor produksi yang disediakan oleh rumah tangga konsumen, baik faktor produksi asli yang terdiri dari sumber daya alam dan sumber daya manusia maupun faktor produksi turunan yaitu modal dan kewirausahaan. Di samping melakukan kegiatan produksi dan sebagi pengguna faktor produksi, sama halnya dengan RTK, RTP juga melakukan sejumlah pengeluaran untuk membayar pajak kepada pemerintah dan kewajiban lainnya.

Faktor-faktor produksi

Adapun pengelompokkan faktor produksi yang digunakan perusahaan adalah sebagai berikut :

Sumber daya alam
Sumber daya alam merupakan segala sesuatu yang tersedia di alam yang secara langsung atau tidak langsung dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, sepert tanah, air, sinar matahari, hasil tambang, hasil hutan dan laut.

Sumber daya manusia
Sumber daya manusia (tenaga kerja), meliputi tenaga jasmani dan rohani yang diperlukan untuk mengambil dan mengolah sumber alam, hingga menjadi benda yang lebih berguna. 


Jenis-jenis tenaga kerja.
Berdasarkan kualitasnya, tenaga kerja terdiri dari :

  • Tenaga kerja terdidik, yaitu tenaga kerja yang memerlukan pendidikan tertentu sehingga memiliki keahlian di bidangnya, misalnya dokter, insinyur, akuntan, dan ahli hukum. 
  • Tenaga kerja terampil adalah tenaga kerja yang memerlukan kursus atau latihan bidang-bidang keterampilan tertentu sehingga terampil di bidangnya. Misalnya tukang listrik, montir, tukang las, dan sopir. 
  • Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih adalah tenaga kerja yang tidak membutuhkan pendidikan dan latihan khusus dalam menjalankan pekerjaannya. Misalnya tukang sapu, pemulung, dan kuli panggul.

Berdasarkan sifat kerjanya, tenaga kerja terdiri dari :

  • Tenaga kerja rohani, yaitu tenaga kerja yang menggunakan pikiran, rasa, dan karsa. Misalnya guru, editor, konsultan, dan pengacara. 
  • Tenaga kerja jasmani, yaitu tenaga kerja yang menggunakan kekuatan fisik dalam kegiatan produksi. Misalnya tukang las, pengayuh becak, dan sopir.

Sumber daya modal
Sumber daya modal, yaitu barang-barang (sarana) yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang lain, misalnya: bahan mentah, mesin dan peralatan.

Jenis-jenis modal
Berdasarkan sumbernya

  • Modal sendiri, yaitu modal yang berasal dari dalam perusahaan sendiri. Misalnya setoran dari pemilik perusahaan. 
  • Modal asing, yaitu modal yang bersumber dari luar perusahaan. Misalnya modal yang berupa pinjaman bank.

Berdasarkan bentuknya,

  • Modal konkret, yaitu modal yang dapat dilihat secara nyata dalam proses produksi. Misalnya mesin, gedung, mobil, dan peralatan. 
  • Modal abstrak adalah modal yang tidak memiliki bentuk nyata, tetapi mempunyai nilai bagi perusahaan. Misalnya hak paten, nama baik, dan hak merek.

Berdasarkan pemilikannya

  • Modal individu, yaitu modal yang sumbernya dari perorangan dan hasilnya menjadi sumber pendapatan bagi pemiliknya. Contohnya adalah rumah pribadi yang disewakan atau bunga tabungan di bank. 
  • Modal masyarakat adalah modal yang dimiliki oleh pemerintah dan digunakan untuk kepentingan umum dalam proses produksi. Contoh : rumah sakit umum milik pemerintah, jalan, jembatan, atau pelabuhan.

Modal dibagi berdasarkan sifatnya

  • Modal tetap adalah jenis modal yang dapat digunakan secara berulang-ulang. Misalnya mesin-mesin dan bangunan pabrik. 
  • Modal lancar adalah modal yang habis digunakan dalam satu kali proses produksi. Misalnya, bahan-bahan baku.

Kewirausahaan
Kewirausahaan atau keahlian, yaitu kemampuan mengombinasikan sumber daya (alam, tenaga kerja, dan modal) dan bertanggung jawab atas kelancaran usaha produksi.
Sumber daya di atas jumlahnya terbatas, sedangkan kebutuhan manusia tidak terbatas. Kenyataan ini terbukti dari sulitnya manusia memperoleh sumber alam, tenaga kerja, modal maupun wirausaha.

Fungsi produksi

Fungsi produksi merupakan hubungan antara produk (output) yang dihasilkan dengan faktor produksi yang digunakan. Secara sistematis fungsi produksi dinyatakan sebgai berikut :

Q = f (R,L,C,T)

Keterangan :
Q = Jumlah produk yang dihasilkan
f = Fungsi persamaan produksi
R = Resources atau sumber daya alam
L = Labour atau tenaga kerja
C = Capital atau modal
T = Technology atau teknologi dan keahlian

Fungsi produksi di atas menunjukkan bahwa output suatu perusahaan dihasilkan akibat adanya input yang diproses. Proses dan perubahan input dapat mempengaruhi jumlah dan kualitas output. Sebaliknya, output yang dihasilkan akan dievaluasi. Hasil evaluasi dan penjualan output dapat membantu meningkatkan kualitas input dan proses produksi. Sehingga output yang dihasilkan selanjutnya menjadi semakin baik.

Perilkau produsen

Materi perilaku produsen akan membahas bagaimana produsen memilih kombinasi faktor produksi yang akan digunakan untuk menghasilkan sejumlah barang atau jasa. Oleh karena itu, kita akan mempelajari teori produksi. Teori produksi menggambarkan hubungan antara tingkat produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan. Analisis teori produksi dalam ilmu ekonomi, dibagi menjadi dua pendekatan, yaitu teori produksi dengan satu faktor berubah (satu variabel) dan teori produksi dengan dua faktor berubah (dua variabel).

Teori produksi dengan satu variabel
Dalam teori ini dinyatakan bahwa satu-satunya faktor yang mengalami perubahan jumlah hanya tenga kerja, sementara faktor lain dianggap tetap.
Perhatikan tabel berikut!
Tabel Hubungan Tenaga Kerja dengan jumlah produksi
Jumlah pekerja
Total produk
Marjinal produk
Produksi rata-rata
Tahap
1
6
6
6
Tahap I
2
14
8
7
3
24
10
8
4
32
8
8
Tahap II
5
38
6
7,6
6
42
4
7
7
44
2
6,3
8
44
0
5,5
Tahap III
9
42
-2
4,7

Tahap I, menunujukkan peningkatan total produksi yang tinggi akibat adanya pertambahan tenaga kerja. Hal tersebut ditunjukkan melalui jumlah Marjinal Produk (MP) yang terus meningkat. Produk marjinal adalah tambahan produk yang dihasilkan karena adanya tambahan satu faktor produksi, dalam hal ini adalah tenaga kerja. Nilai MP sama dengan nol, menunjukkan bahwa total produksi sudah mencapai jumlah maksimum.

MP=ΔTP/ΔL

Keterangan :
MP = Marjinal produk
ΔTP = Perubahan total produksi
ΔL = Perubahan jumlah tenaga kerja

Tahap II, menunjukkan peningkatan total produksi yang lambat. Hal tersebut ditunjukkan dengan menurunnya nilai MP dan menurunnya tingkat produksi rata-rata.

AP=TP/L

Keterangan :
AP = Produksi rata-rata
TP = Total produksi
L = Tenaga kerja
Tahap III, menunjukkan pertambahan jumlah tenaga kerja tidak meningkatkan total produksi, bahkan mengurangi total produksi. Melalui pendekatan ini, dijelaskan bahwa seorang produsen harus mengetahui, kapan ia menambah jumlah tenaga kerja dan berapa jumlahnya, agar produk yang dihasilkan dapat memberikan laba maksimal.

Teori produksi dengan dua variabel.
Bedasarkan persamaan fungsi produksi, besar kecilnya jumlah produk yang dihasilkan tergantung pada faktor produksinya, seperti kekayaan alam, tenaga kerja, modal dan teknologi. Faktor produksi tersebut dikombinasikan sedemikian rupa sehingga menghasilkan jumlah output yang diinginkan dengan biaya yang lebih murah. Teori produksi dengan dua variabel, menjelaskan perilaku produsen dalam mengkombinasikan dua faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya  untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
Untuk dua input yang bersifat variabel, keseimbangan produsen dapat dicapai ketika kurva isoquant dan isocost bersinggungan. Kurva isoquant adalah kurva yang menunjukan berbagai kombinasi dua faktor produksi yang menghasilkan output yang sama sesuai dengan keinginan produsen. Sedangkan kurva isocost adalah kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi dua faktor produksi yang dapat dimilki dan digunakan dengan biaya yang sama sesuai kemampuan produsen.
Contoh :
Untuk menghasilkan output sebanyak 100 unit, produsen dapat menggunakan berbagai kombinasi dari penggunaan tenaga kerja dan mesin jahit seperti pada tabel 3.4.
Perhatikan tabel berikut!
Tabel Kombinasi penggunaan tenaga kerja dan modal untuk menghasilkan 100 unit output.
Kombinasi
Modal
Tenaga kerja
Output
A
6
1
100
B
4
2
100
C
2
4
100
D
1
6
100
Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa kombinasi A dengan penggunaan modal sebanyak 6 unit dan tenaga kerja sebanyak 1 orang, output yang dihasiilkan sama dengan kombinasi lainnya. Meskipun komposisi jumlah tenaga kerja dan modal yang digunakan berbeda.

Peraga kurva isoquant (IQ)
Semakin menjauhi titik nol maka output yang dihasilkan semakin banyak. Pada kurva di atas terlihat bahwa IQ1 sebanyak 100 unit, sedangkan IQ2 mampu menghasilkan lebih banyak output, yaitu sebanyak 200 unit.
Selain itu, produsen selalu berusaha meminimalkan biaya produksi dengan kombinasi penggunaan faktor produksi yang dimiliki. Masih berhubungan dengan contoh di atas, untuk memproduksi 100 unit output, produsen memiliki uang sebesar Rp 1.500.00,00. Dengan uang tersebut, produsen memiliki banyak kombinansi penggunaan faktor produksi, seperti pada tabel berikut ini.
Tabel kombinasi isocost
Kombinasi
Modal
Tenaga kerja
Total cost (TC)
A
5
1
1.500.000
B
3
2
1.500.000
C
2
4
1.500.000
D
1
5
1.500.000
Bentuk kurva isocost dari contoh di atas adalah sebagai berikut :

Peraga kurva isocost
Kombinasi A sampai dengan C, adalah pilihan kombinasi yang dapat digunakan oleh produsen, dengan mengeluarkan biaya yang sama untuk setiap kombinasi. Dari berbagai pilihan kombinasi yang mampu diterapkan dalam kegiatan produksi, produsen harus memilih kombinasi yang tidak hanya dapat dijangkau oleh perusahaan, melainkan juga mampu memberikan kepuasan maksimal. Kombinasi yang memberikan kepuasan maksimal bagi produsen adalah ketika kombinasi isocost sama dengan kombinasi isoquant. Hal tersebut digambarkan dengan kurva isoquant yang bersinggungan dengan kurva isocost. Berdasarkan conntoh di atas, maka kombinasi yang diambil oleh produsen adalah kombinasi C.

Peraga Kurva persinggungan isocost dengan isoquant

Pemerintah

Pemerintah adalah pelaku ekonomi yang mengatur dan mengendalikan keadaan ekonomi suatu wilayah atau negara. Pemerintah mempunyai tugas dalam mengelola kekayaan alam yang penting yang menguasai hajat hidup orang banyak. Pasal 33 ayat 2 UUD 1945 menyatakan bahwa “ cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara”. Selanjutnya ayat 3 dijelaskan bahwa “Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat”. Berdasarkan pasal tersebut, dalam melakukan kegiatan ekonomi, pemerintah memiliki tanggung jawab terhadap kelancaran kegiatan ekonomi yang dilakukan pelaku ekonomi lainnya.

Masyarakat luar negeri

Suatu negara membutuhkan negara lain untuk memenuhi kebutuhan negaranya. Hal tersebut dikarenakan tidak ada suatu negara yang mampu menghasilkan semua kebutuhannya dengan kualitas yang baik sendiri. Dalam hal ini, peran masyarakat luar negeri sangat penting. Suatu negara dapat menjalin kerja sama di bidang ekonomi, seperti melakukan kegiatan ekspor dan impor, penanaman modal atau investasi, lalu lintas pembayaran dan menjalin kerja sama di bidang ketenagakerjaan.

Pelaku EKonomi : Rumah Tangga Konsumen

Add Comment

Rumah Tangga Konsumen

Rumah tangga konsumen atau yang dikenal dengan RTK adalah pihak yang melakukan kegiatan konsumsi atau mengurangi nilai guna suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Kegiatan konsumsi tersebut dapat berupa membeli barang dan jasa hasil produksi yang kemudian digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti memakai pakaian, makan, minum, menggunakan peralatan rumah tangga, menggunakan perlengkapan mandi dan menggunakan alat tulis. Selain itu, RTK juga menyediakan faktor produksi yang digunakan oleh pelaku ekonomi lainnya untuk menghasilkan barang dan jasa. Faktor produksi atau sumber daya ekonomi yang disediakan oleh RTK adalah tenaga kerja, sumber daya alam, modal dan kewirausahaan. Dari penyediaan faktor produksi tersebut, RTK menerima imbalan atau pendapatan, yang kemudian pendapatan itu digunakan untuk kegiatan belanja, membayar sejumlah biaya, pajak kepada pemerintah dan kewajiban lainnya serta menabung. Pendapatan yang dietrima RTK dapat berupa upah, yaitu sebagai imbalan atas penyediaan tenaga kerja, berupa sewa, sebagai imbalan atas jasa menyewakan tanah, berupa bunga, sebagai imbalan atas penyediaan modal dan dapat berupa laba atau keuntungan sebagai imbalan yang diterima RTK atas penyediaan tenaga ahli atau kewirausahaan.

Perilaku konsumen

Pada umumnya pendapatan seseorang berjumlah terbatas. Dengan jumlah pendapatan yang terbatas, seseorang seringkali memilki banyak hal yang ingin dipenuhi. Masalahnya adalah barang dan jasa pemenuh kebutuhan memiliki harga yang harus dibayar. Kondisi seperti ini mengharuskan konsumen untuk dapat memutuskan pilihan barang apa yang akan dibeli dan berapa jumlahnya. Pilihan ini menimbulkan banyak kemungkinan kombinasi yang dapat diambil. Konsumen harus mampu menentukan kombinasi terbaik guna memaksimalkan pemenuhan kebutuhan dengan penghasilan yang terbatas.
Analisis perilaku konsumen atau yang disebut dengan teori perilaku konsumen, menerangkan tentang dua hal. Pertama, alasan konsumen membeli lebih banyak barang pada harga yang lebih rendah dan mengurangi jumlah pembelian pada harga yang tinggi. Kedua, bagaimana konsumen menentukan komposisi dari barang yang akan dibelinya. Teori perilaku konsumen dibedakan menjadi dua pendekatan, yaitu pendekatan kardinal atau yang dikenal dengan pendekatan marginal utility dan pendekatan ordinal dengan menggunakan analisis kurva indiferensi.

Pendekatan Kardinal
Setiap konsumen selalu berusaha memaksimalkan kepuasan dari penggunaan suatu barang atau jasa. Pendekatan kardinal mengasumsikan bahwa tingkat kepuasan konsumen dapat diukur dengan satuan tertentu, seperti diukur dengan uang, atau angka.
Dalam pendekatan kardinal, terdapat beberapa asumsi dasar yaitu :

  • Nilai guna total (Total utility). Nilai guna total adalah jumlah seluruh kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsi sejumlah barang tertentu.
  • Nilai guna marjinal (Marginal utility). Nilai guna marjinal adalah perubahan kepuasan sebagai akibat dari pertambahan penggunaan satu unit barang tertentu.

Berkaitan dengan perilaku konsumen, seorang ahli ekonomi dari Jerman, Hermann Heinrich Gossen melakukan penelitian mengenai nilai guna total dan nilai guna marjinal. Hasil penelitian tersebut dituangkan dalam hukum Gossen, yaitu hukum Gossen I dan hukum Gossen II.

Hukum Gossen I
Hukum Gossen I menyatakan bahwa “Jika pemenuhan kebutuhan dilakukan secara terus menerus, kepuasannya mula-mula meningkat, namun semakin lama kepuasannya akan menurun sampai mencapai titik jenuh (nol).
Untuk lebih memahami bunyi dari hukum Gossen I, perhatikan contoh berikut ini!
Hukum Gossen

Setelah berolah raga, Zio merasa haus dan meminum segelas air. Setelah menghabiskan segelas air pertama kepuasan yang diperoleh Zio tinggi dan semakin tinggi setelah ia menghabiskan segelas air yang kedua. Namun kepuasaan itu tidak terus meningkat karena setelah meminum segelas air yang ketiga kenikmatannya mulai berkurang dan terus berkurang jika ia meminum segelas air berikutnya.
Perhatikan tabel di bawah ini :

Tabel kepuasan yang semakin berkurang
No
Konsumsi air
Total nilai guna
(total utility)
Nilai guna marjinal
 (marginal utility)
1
Gelas I
10
0
2
Gelas II
16
6
3
Gelas III
11
-5

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa tambahan nilai guna akan menjadi semakin menurun apabila konsumsi terus-menerus ditambah (the law of diminishing return). Dari contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa pada hukum Gossen I terdapat indikasi jika kebutuhan dipenuhi secara terus-menerus maka akan terjadi berkurangnya kenikmatan, sehingga hukum Gossen I sering disebut juga hukum berkurangnya kepuasan.
Peraga TU dan MU menurut hukum Gossen I berdasarkan tabel di atas

Pada hukum Gossen I, terdapat beberapa ketentuan yaitu sebagai berikut :

  • Hukum Gossen I tidak berlaku bagi konsumen yang mengonsumsi barang-barang yang memabukkan.
  • Hukum Gossen I hanya berlaku jika konsumsi dilakukan secara terus-menerus.
  • Hukum Gossen I tidak berlaku bagi orang-orang yang memuaskan kebutuhan rohani, seperti beribadah dan kebutuhan akan pendidikan.

Hukum Gossen II
Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia tidak hanya mengonsumsi satu jenis barang, melainkan berbagai jenis barang. Karena pendapatan yang jumlahnya terbatas, maka pemenuhan kebutuhan akan didasarkan pada tingkat kepentingan dan mempertimbangkan mendesak-tidaknya kebutuhan tersebut. Menyikapi hal tersebut kita harus bersikap rasional. Kebutuhan tersier dipenuhi jika kebutuhan sekunder sudah terpenuhi dan kebutuhan sekunder terpenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi.
Hermann Heinrich Gossen melalui hukum Gossen II menyatakan bahwa “konsumen akan memenuhi kebutuhannya yang beraneka ragam, sampai nilai guna marjinal dari setiap barang dan jasa yang dikonsumsi bernilai sama.”
Dengan kemampuan yang terbatas dan kebutuhan yang beragam manusia akan berusaha memaksimalkan kepuasan. Melalui pendekatan kardinal, kepuasan maksimum yang diperoleh  konsumen secara sistematis ditunjukkan dengan persamaan :

MUa/Pa=MUb/Pb=  MUc/Pc

Keterangan :
MU = Nilai guna marjinal
P = Harga barang
a, b, c,... = Jenis barang
Jika konsumen mengonsumsi dua jenis barang dengan harga yang berbeda, maka persamaan kepuasan maksimumnya adalah :
MUa/Pa=MUb/Pb

Contoh :
Felisha mempunyai uang Rp 1.500.000,00. Dengan uang tersebut ia ingin membeli sepatu dan tas. Harga satu tas Rp 240.000,00 dan harga sepasang sepatu Rp  390.000.
Perhatikan tabel berikut!
Tabel: Ilustrasi pendekatan kardinal
Jumlah tas
TU tas
MU tas
Jumlah sepatu
TU sepatu
MU sepatu
0
0
0
0
0
0
1
60
60
1
65
65 (a)
2
100
40 (a)
2
117
52 (b)
3
132
32 (b)
3
156
39 (c)
4
156
24 (c)
4
176
20
5
166
10
5
186
10
Berdasarkan tabel di atas, berapakah jumlah tas dan sepatu yang dapat dibeli oleh Felisha agar mendapat kepuasan yang maksimum (ketika uang yang dimiliki habis terpakai)?

Pembahasan :
Kepuasan maksimum dapat terjadi jika :
MUa/Pa=MUb/Pb
Berdasarkan tabel 3.2, yang memenuhi persamaan di atas adalah kombinasi a, kombinasi b dan kombinasi c.
Kombinasi a :
40/240.000=65/390.000
1/6.000=1/6.000
Jika Felisha memilih kombinasi a, felisah akan mendapatkan 2 tas dan 1 sepatu, dengan total biaya sebesar 2 (Rp 240.000) + 1 (Rp 390.000) = Rp 870.000,00 (uang tersisa Rp 630.000,00).
Kombinasi b :
32/240.000=52/390.000
1/6.000=1/6.000
Jika Felisha memilih kombinasi b, felisah akan mendapatkan 3 tas dan 2 sepatu, dengan total biaya sebesar 3 (Rp 240.000) + 2 (Rp 390.000) = Rp 1.500.000,00 (sisa uang RP 0).
Kombinasi c :
24/240.000=39/390.000
1/10.000=1/10.000
Jika Felisha memilih kombinasi c, felisah akan mendapatkan 4 tas dan 3 sepatu, dengan total biaya sebesar 4 (Rp 240.000) + 3 (Rp 390.000) = Rp 2.130.000,00 (kekurangan uang sebesar Rp 630.000,00).
Dari ketiga harga kombinasi yang dapat dipilih oleh Felisha, kombinasi b yang memberikan kepuasan maksimal.

Pendekatan Ordinal
Sebelumnya dalam pendekatan kardinal, konsumen mengukur kepuasan terhadap barang dan jasa dengan satuan nilai tertentu, dan penentuan nilai itu bersifat subjektif. Sedangkan melalui pendekatan ordinal konsumen membuat peringkat atau urutan kombinasi barang-barang yang paling disukai untuk kemudian dikonsumsi. Pendekatan ordinal dilakukan dengan menggunakan analisis kurva indiferensi.
Kurva indiferensi adalah kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi penggunaan barang yang memberikan kepuasan yang sama. Penggunaan kurva indiferensi, didasarkan pada asumsi berikut :

  • Konsumen memiliki pola indiferensi atau kesukaan akan barang-barang konsumsi.
  • Konsumen mempunyai penghasilan tertentu.
  • Konsumen berusaha mencapai kepuasan maksimum.

Perhatikan kurva berikut!
Peraga Kurva indiferensi

Kurva indiferensi di atas menunjukkan bahwa membeli 20 kemeja dan 4 pensil (kombinasi A) kepuasannya sama dengan ketika membeli 10 kemeja dan 8 pensil (kombinasi B). Jadi kepuasan yang ditunjukkan oleh garis ABCDE bernilai sama, atau kepuasan dari kombinasi A = kombinasi = B =  kombinasi C = kombinasi D = kombinasi E.
Kurva indiferensi memiliki slope (kemiringan) yang negatif, atau hubungan dari kedua jenis barang yang akan dikonsumsi bernilai negatif. Artinya, agar kepuasan yang dihasilkan sama maka penambahan suatu barang harus diikuti dengan pengurangan barang lainnya.
Peraga  pergeseran kurva indiferensi

Pada kurva indiferensi, semakin menjauhi titik nol, menunjukkan tingkat kepuasan yang semakin tinggi. Tingkat kepuasan U3 lebih tinggi dari tingkat kepuasan U2, dan tingkat kepuasan U2 lebih tinggi dari U1.
Kurva indiferensi memiliki kararkteristik sebagai berikut :

  • Kurva indiferensi cembung terhadap titik nol
  • Sepanjang garis cembung menunjukkan tingkat kepuasan yang sama
  • Semakin jauh dari titik nol tingkat kepuasan semakin tinggi
  • Memiliki slope yang negatif
  • Kurva indiferensi tidak berpotongan